Foto ilustrasi
Jakarta, infoindonesia.net – Nama Lisan Bahar kembali mencuat dalam pusaran kasus besar di Kalimantan Barat. Setelah sebelumnya tersandung perkara narkotika, kini ia disebut dalam dugaan jaringan tambang dan perdagangan emas ilegal yang tengah diusut aparat penegak hukum.
Lisan Bahar bukan nama baru dalam catatan penegakan hukum. Dalam kasus sebelumnya, ia diketahui pernah terjerat perkara narkoba yang juga dikaitkan dengan jaringan besar, termasuk sosok Fredy Budiman.
Rekam jejak ini kini kembali menjadi sorotan publik seiring muncul namanya dalam perkara berbeda. Dalam perkembangan terbaru, Lisan Bahar diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas penampungan emas hasil pertambangan tanpa izin (PETI) di wilayah Kalimantan Barat. Ia disebut berada dalam jalur distribusi awal sebelum emas tersebut masuk ke proses pengolahan dan perdagangan lebih lanjut.
Dugaan ini semakin menguat setelah jaringan yang ditelusuri aparat juga dikaitkan dengan nama Siman Bahar Bong Kim Pun yang tidak lain kakak kandung dari Lidah Bahar.
Siman Bahar sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Tindk Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga berkaitan dengan aktivitas bisnis emas dalam skala besar.
Alur yang ditelusuri aparat mengarah pada pola distribusi emas ilegal yang cukup rapi, mulai dari aktivitas tambang tanpa izin, penampungan oleh pihak tertenru, hingga masuk ke jalur pengolahan sebelum dipasarkan secara luas
Meski demikian, hingga saat ini seluruh pihak yang disebut dalam perkara ini masih dalam tahap penyelidikan. Aparat menegaskan bahwa setiap dugaan akan dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku.
Munculnya kembali nama lama dalam lingkaran kasus berbeda ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat: apakah ini sekadar kebetulan, atau bagian dari pola lama yang kembali terulang dalam bentuk yang berbeda. (












