BeritaKalbar,

Reses Anggota DPR RI Komisi XIII Paolus Hadi Di Persekutuan Hamba Tuhan Gappin Sanggau: Menguatkan Ikatan Teologis Dan Sosiologis Kebangsaan

Infoindonesia
19
×

Reses Anggota DPR RI Komisi XIII Paolus Hadi Di Persekutuan Hamba Tuhan Gappin Sanggau: Menguatkan Ikatan Teologis Dan Sosiologis Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

Pak PH merupakan pemimpin yang lahir dari komunitas Dayak dan bertumbuh bersama denyut kehidupan masyarakat Sanggau. Rekam jejak kepemimpinannya teruji: satu periode sebagai Wakil Bupati Sanggau dan dua periode sebagai Bupati Sanggau. Kini, ia dipercaya mengemban amanah sebagai anggota DPR RI Komisi XIII dari Fraksi PDI Perjuangan untuk Daerah Pemilihan Kalimantan Barat II. Perjalanan ini menjadi refleksi kepercayaan publik yang dibangun melalui dedikasi, integritas, dan kedekatan dengan masyarakat akar rumput.

Dalam pertemuan tersebut, Pak PH tampil sebagai pemimpin inklusif yang menyediakan waktu secara khusus untuk berdialog bersama para hamba Tuhan. Relasi yang dibangun tidak semata politis, tetapi berdimensi teologis—mengakui peran gereja sebagai mitra moral dan spiritual bangsa—serta berdimensi sosiologis—memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat Sanggau yang majemuk. Legacy kepemimpinannya dinilai sentral dalam merawat keberagaman dan mengikat elemen-elemen heterogen masyarakat dalam satu semangat kebersamaan.

Paparan mengenai Empat Pilar Kebangsaan disampaikan dengan pendekatan humanis dan akomodatif. Argumentasi yang dibangun tidak bersifat normatif belaka, tetapi menyentuh kepentingan riil masyarakat: keadilan sosial, penguatan identitas kebangsaan, serta harapan realistis bagi kehidupan komunal yang harmonis di tengah pluralitas Sanggau. Para peserta merasakan bahwa penyampaian tersebut lahir dari pengalaman empiris seorang pemimpin daerah yang memahami secara konkret dinamika sosial masyarakatnya.

Kepercayaan publik terhadap Pak PH pun dinilai tetap kuat. Banyak pihak memandang beliau layak kembali dipercaya sebagai salah satu putra terbaik Sanggau untuk merepresentasikan aspirasi politik masyarakat pada periode mendatang. Selain kapabilitas kepemimpinan yang teruji, kekuatan relasional yang dibangun selama ini menjadi fondasi kokoh dalam menjaga kesinambungan pelayanan publiknya.

Atas nama para pendeta yang hadir, Pdt. Petrus Musa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas komitmen dan dedikasi Pak PH selama ini dalam berbagai kebijakan yang berpihak pada masyarakat. “Kami mengenal beliau bukan hanya sebagai pejabat publik, tetapi sebagai sahabat dan mitra dialog yang menghargai peran gereja dalam membangun bangsa. Tuhan kiranya terus memberkati setiap langkah pengabdian Pak PH,” ungkapnya.

Kegiatan reses ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang berakar pada identitas kultural, dikelola dengan inklusivitas, dan diarahkan pada penguatan keberagaman, akan selalu menemukan tempat di hati masyarakat. Soli DEO Gloria (PM)