Scroll untuk baca artikel
banner 728x90
Berita

BPJN Kalbar Tancap Gas Tangani Longsor Akut di Jalur Vital Tanjung-Sanggau

Infoindonesia
93
×

BPJN Kalbar Tancap Gas Tangani Longsor Akut di Jalur Vital Tanjung-Sanggau

Sebarkan artikel ini
BPJN Kalimantan Barat sigap tangani longsor parah di KM 34 ruas Tanjung-Sanggau. Akses vital ekonomi terancam putus, proyek darurat dikebut 240 hari.
BPJN Kalimantan Barat sigap tangani longsor parah di KM 34 ruas Tanjung-Sanggau. Akses vital ekonomi terancam putus, proyek darurat dikebut 240 hari.

SANGGAU, infoindonesia.net – Detik demi detik sangat berharga di ruas jalan nasional Tanjung-Batas Kota Sanggau. Titik koordinat KM 34 mendadak lumpuh separuh badan.

Longsor masih menganga sepanjang 50 meter, menggerus bahu jalan kiri dan kanan hingga kedalaman lebih dari enam meter. Kondisi ini memaksa Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat bergerak dalam ritme siaga satu.

Mobilitas logistik dan warga di jalur arteri Kalimantan ini terancam stagnan. Menyadari potensi bencana fatal, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat menurunkan armada berat dan personel terlatih.

Kontraktor pelaksana CV Maya Anggita telah mengantongi Surat Perintah Kerja sejak 9 Maret 2026, dengan nilai kontrak mencapai Rp3.489.359.000 dari APBN. Proyek ini dikebut selama 240 hari kalender dengan garansi pemeliharaan 365 hari.

Adalah Wilson, mandor lapangan CV Maya Anggita, menegaskan bahwa seluruh sumber daya sudah berada di garda depan.

“Material, alat berat, dan pekerja sudah siap. Kami bekerja ekstra hati-hati karena arus lalu lintas sangat padat. Kendaraan kecil, bus, hingga tronton muatan berat terus melintas,” ujarnya di sela pengawasan proyek.

Pihak pelaksana tidak sekadar fokus pada perbaikan struktur tanah. Sejumlah rambu lalu lintas, baliho besar, serta papan peringatan terpasang kokoh di radius lokasi longsor. Ini merupakan mitigasi keras agar pengendara tidak terperosok lebih dalam ke area galian kritis.

Titik Nadi Ekonomi

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BPJN Kalimantan Barat, Wisnu, dalam keterangan terpisah menyatakan bahwa urusan ini tidak bisa ditawar dengan birokrasi lambat.

“Kesigapan mengantisipasi pekerjaan darurat ini adalah mutlak. Jika penanganan kami tunda, akibatnya fatal bagi pengguna jalan,” kata Wisnu saat ditemui Jumat 22 Mei 2026.

Ia membeberkan analisis dampak makro dari insiden ini. Ruas Tanjung-Sanggau adalah terusan dari Pontianak menuju berbagai kabupaten.

“Kelumpuhan di sini akan memukul langsung perekonomian dan sosial masyarakat Kalimantan Barat, dan secara tidak langsung mengganggu konektivitas nasional,” tambahnya.

Lalu lintas diterapkan sistem buka tutup untuk menghindari antrean panjang. Hujan deras yang mengguyur Sanggau sepekan terakhir masih menjadi ancaman serius bagi para pekerja di lapangan. Publik berharap sebelum arus mudik panjang tiba, urat nadi Kalimantan ini sudah kembali berdenyut normal.