Scroll untuk baca artikel
banner 728x90
BeritaKalbar,

Dirjen Bina Marga Soroti Dua Jembatan Sintang Roboh Diterjang Banjir

Infoindonesia
16
×

Dirjen Bina Marga Soroti Dua Jembatan Sintang Roboh Diterjang Banjir

Sebarkan artikel ini

SINTANG, Infoindonesia.net — Dua infrastruktur krusial di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, ambruk tak kuasa menahan terjangan banjir besar. Jembatan Gantung Desa Nanga Toran dan Jembatan Kayu Desa Nanga Ungai roboh pada 17 Mei 2026, memicu respons kilat dari pemerintah pusat hingga ke pelosok desa.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat langsung mengerahkan tim teknis. Kolaborasi solid terjalin bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sintang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta jajaran Komando Rayon Militer (Danramil) Kecamatan Kayan Hulu. Instruksi tegas datang dari atas.

Kepala BPJN Kalbar, Candra S.P, menegaskan bahwa gerak cepat ini merupakan titah langsung dari pucuk pimpinan.

“Peninjauan ini merupakan bentuk tindak lanjut langsung dari arahan Bapak Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum,” ujarnya menukil perbincangan di sela pemantauan.

Ia menambahkan, “Dirjen Bina Marga memberikan perhatian sangat serius terhadap pemulihan fasilitas jalan dan jembatan di wilayah-wilayah terdampak bencana banjir di Kabupaten Sintang.”

Ambrolnya dua jembatan ini bukan sekadar statistik kerusakan fisik. Keduanya merupakan urat nadi transportasi vital. Jalur ini melayani lalu lintas kendaraan roda empat, roda dua, serta mobilitas pejalan kaki. Aktivitas ekonomi warga lintas desa kini tersendat. Anak-anak sekolah terancam terhambat akses pendidikannya. Pelayanan publik pun ikut terganggu.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Dengan robohnya akses jembatan ini, tentu berdampak langsung terhadap perekonomian dan mobilitas harian warga,” tegas Candra S.P. menggambarkan betapa lumpuhnya denyut kehidupan setempat.

Kronologi Survei

Tim gabungan bergerak dalam dua fase krusial. Pada Rabu, 20 Mei 2026, personel gabungan menyisir titik ambruk Jembatan Gantung Nanga Toran. Tim terdiri dari unsur Satker P2JN Kalbar, Satker PJN 2 Kalbar, PPK 2.3 Kalbar, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Survei pendahuluan digelar intensif menyiapkan opsi penanganan.

Empat hari berselang, Minggu 24 Mei 2026, giliran Jembatan Kayu Nanga Ungai disurvei. Struktur kayunya tak lagi mampu menopang beban setelah dihajar derasnya air.

Solusi Darurat

Di tengah keterisolasian, secercah solusi hadir. Dwisman, ST, MT selaku PPK 2.3 Provinsi Kalbar mengungkapkan warga kini mengandalkan jalur memutar. “Masyarakat masih dapat menggunakan Jembatan Gantung Nanga Ungai yang berada sekitar 2,5 kilometer dari kedua lokasi tersebut sebagai jalur alternatif sementara untuk kendaraan roda dua,” jelas Dwisman.

Jembatan gantung alternatif tersebut merupakan buah pembangunan Kementerian PU pada tahun 2021. Ironisnya, jembatan itu kini menjadi satu-satunya tumpuan logistik.

Saat berita ini ditulis, BPJN Kalbar bersama Pemerintah Kabupaten Sintang terus menggodok skema penanganan permanen. Prioritas mutlak tertuju pada pemulihan akses transportasi secepat kilat agar denyut perekonomian wadah Kayan Hulu kembali normal.(*)