SINGKAWANG, INFOINDONESIA.NET – Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Erlina Ria Norsan, mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), khususnya pendidik non-ASN, sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan dan pembentukan karakter anak sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK, yang juga sebagai Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Hj. Erlina Ria Norsan, S.H., M., saat melaksanakan kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) 7 Kota Singkawang, Jumat (16/10/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan dialog mengenai peningkatan mutu pendidik PAUD.

Terkait dukungan dan peningkatan mutu pendidik PAUD, ia menjelaskan bahwa upaya tersebut juga memerlukan regulasi dan persetujuan dari kementerian terkait. Karena itu, proses selanjutnya akan menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, peningkatan kualitas PAUD tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, tetapi juga harus diiringi penguatan kemampuan guru dalam membentuk karakter anak.

“Saya akan menekankan bagaimana kita sebagai pendidik dapat memosisikan diri dengan baik. Tugas kita bukan hanya mengajarkan anak membaca dan berhitung, tetapi juga bagaimana membentuk anak-anak agar memiliki karakter yang baik,” tegasnya.
Ny. Erlina selanjutnya memaparkan lima fokus penguatan PAUD di Kalimantan Barat.
Pertama, penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Pembiasaan positif sejak dini perlu diterapkan di satuan PAUD untuk mendukung pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pola hidup sehat anak.
Kedua, peningkatan kualitas pendidik PAUD. Perhatian khusus diberikan kepada pendidik non-ASN, termasuk penguatan kompetensi agar mereka mampu memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Ketiga, penguatan karakter dan toleransi. Pendidikan anak usia dini menjadi ruang penting untuk menanamkan nilai saling menghormati dan menghargai perbedaan. Hal ini relevan dengan keberagaman masyarakat Kota Singkawang yang dikenal sebagai kota dengan kehidupan masyarakat multikultural.
Keempat, penguatan kesehatan dan gizi anak. Kampanye pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) terus didorong untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi bagi tumbuh kembang anak.
Kelima, pemanfaatan keberagaman dan potensi daerah sebagai sumber pembelajaran. Lingkungan sosial dan budaya Kota Singkawang dapat menjadi sarana bagi anak untuk mengenal perbedaan, membangun rasa ingin tahu, serta menumbuhkan sikap saling menghargai sejak dini.
“Bagi saya, kota yang maju bukan hanya kota yang ramai dikunjungi, tetapi juga kota yang mampu memberikan masa depan yang baik bagi anak-anak,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Gemarikan di TKN 7 Kota Singkawang, diharapkan kesadaran mengenai pentingnya konsumsi ikan dan pemenuhan gizi seimbang semakin meningkat. Selain mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran PAUD sebagai fondasi pendidikan karakter menuju generasi Kalimantan Barat yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik.(irf)











