Putri Andalan PB AIC Kota Bekasi Wa Ode Andita Julianti Juara 1, naik Podium kategori Tunggal Remaja Putri pada HYDROPLUS Sirkuit Nasional A Jawa Timur
Kota Bekasi, Infoindonesia.net – Di tengah ketatnya persaingan dua klub besar, kejutan hadir dari sektor tunggal remaja putri. Gelar juara sukses direbut wakil PB AIC Kota Bekasi, Wa Ode Andita Julianti, yang tampil gemilang di hadapan publik tuan rumah pada ajang HYDROPLUS Sirnas A Jatim 2026.
Suasana bangga menyelimuti Markas AIC Kota Bekasi usai keberhasilan Wa Ode Andita Julianti menorehkan prestasi gemilang di sektor tunggal remaja putri. Atlet muda berbakat tersebut sukses menaklukkan Divya Amanta Kuncoro dari Pelatwil Tengah dengan skor 24-22 dan 21-11, kemenangan yang semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu talenta menjanjikan di dunia bulutangkis nasional.
Wa Ode Andita Julianti beberkan kunci kemenangan dan perjalanan karier, bidik seleknas dari Markas AIC Kota Bekasi

Wa Ode Andita Julianti dari AIC siap mendunia
Dalam wawancara eksklusif bersama awak media , Wa Ode Andita Julianti menceritakan proses perjuangannya hingga meraih gelar juara, sekaligus mengulas perjalanan singkat kariernya di dunia tepok bulu. Senin (20/04/2026)
Andita mengungkapkan, kecintaannya terhadap bulutangkis berawal dari sosok sang ayah yang gemar bermain badminton. Sejak kecil, ia kerap melihat ayahnya bermain dan dari sanalah tumbuh rasa suka terhadap olahraga tersebut. Sang ayah pun menjadi motivator utama yang mendorongnya menekuni bulutangkis secara serius.
“Awalnya saya suka badminton karena papa memang suka main badminton. Dari kecil saya sudah senang melihatnya, dan papa yang selalu jadi motivasi saya,” ujarnya.
Meski kini berdiri di podium juara, perjalanan Andita tidak dilalui dengan mudah. Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam meniti karier sebagai atlet adalah menjalani latihan keras, menjaga disiplin, serta konsisten dalam setiap proses pembinaan.
Faktor kunci kemenangan
Menurutnya, faktor ketenangan dan fokus menjadi kunci utama saat menghadapi laga final. Di tengah tekanan pertandingan, ia berusaha hanya memikirkan permainan di lapangan tanpa terganggu hal lain di luar pertandingan.
“Gak nyangka, bangga dan senang banget. Yang paling penting itu harus tenang, fokus menghadapi lawan, jangan pikirkan yang lain. Fokus sama yang di lapangan, jangan setengah-setengah,” tuturnya penuh semangat.

Aksi memukau Wa Ode dalam turnamen HYDROPLUS Sirkuit Nasional A Surabaya – Jawa Timur
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan, pelatih, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan sepanjang perjalanan kompetisi.
“Untuk teman-teman yang lain, terima kasih banyak atas support-nya,” tambahnya.
Saat ditanya mengenai sosok inspirasi, Andita menyebut nama pebulu tangkis dunia yang menjadi panutannya. Jika dulu ia mengidolakan Akane Yamaguchi, kini inspirasinya beralih kepada An Se Young yang dinilai memiliki kualitas permainan luar biasa.
Ke depan, Andita memiliki target besar yang ingin diwujudkan. Dengan semangat juang dan kerja keras yang terus dijaga, ia berharap bisa menembus Seleksi Nasional (Seleknas) dan melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Harapannya aku bisa masuk Seleknas,” pungkasnya.
Prestasi Wa Ode Andita Julianti menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia muda di PB AIC Kota Bekasi berjalan positif. Klub tersebut kini semakin diperhitungkan sebagai tempat lahirnya calon-calon atlet masa depan Indonesia.
Pebulu tangkis muda kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara itu, berhadapan dengan andalan Pelatwil Tengah, Divya Amanta Kuncoro, dalam laga final yang berlangsung sengit di GOR Sudirman. Atmosfer pertandingan semakin menantang karena dukungan penuh suporter tuan rumah terus mengalir untuk lawannya sepanjang pertandingan.
Meski berada dalam tekanan, Andita menunjukkan mental juara. Ia mampu mencuri gim pertama melalui pertarungan ketat dengan skor 24-22. Memasuki gim kedua, permainan Andita semakin matang dan terkontrol. Dengan ritme yang konsisten serta fokus yang terjaga, ia menutup pertandingan lewat kemenangan meyakinkan 21-11.
Andita mengakui sempat mengalami kendala pada awal laga, terutama saat menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan. Namun pengalaman dari pertemuan sebelumnya menjadi bekal penting untuk bangkit.
Kemenangan ini menjadi bukti perkembangan pesat atlet muda PB AIC Kota Bekasi sekaligus menegaskan bahwa talenta daerah mampu bersaing dan berbicara di level kompetisi bergengsi.
Sementara itu Ardiansyah Pendiri PB AIC Kota Bekasi Puas atas Prestasi Wa Ode Andita, Targetkan Naik Kelas ke Taruna dan Tembus Seleknas
Kemenangan Wa Ode Andita Julianti di sektor tunggal remaja putri mendapat apresiasi tinggi dari Pendiri PB AIC Kota Bekasi. Prestasi tersebut dinilai sebagai langkah awal yang positif dalam proses pembinaan atlet muda, sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras selama latihan mulai membuahkan hasil di level kompetisi.
Menurut pendiri klub, dirinya merasa cukup puas dengan pencapaian Wa Ode Andita yang berhasil meraih gelar juara. Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi pembuka jalan bagi prestasi-prestasi berikutnya di masa mendatang.
“Saya rasa cukup puas dengan hasil Wa Ode ini. Gelar juara ini mudah-mudahan menjadi awal yang baik untuk kompetisi selanjutnya,” ujarnya.
Tak berhenti di level remaja, PB AIC telah menyiapkan target lebih tinggi bagi atlet andalannya tersebut. Pada tahun ini, Wa Ode Andita direncanakan naik kelas ke kategori taruna agar mendapatkan tantangan yang lebih besar dan pengalaman bertanding yang semakin matang.
Pendiri PB AIC juga berharap Andita dapat mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) sebagai bagian dari langkah menuju jenjang pembinaan yang lebih tinggi.
“Target saya tahun ini Wa Ode dari usia remaja bisa naik ke taruna. Semoga juga tahun ini bisa ikut Seleknas,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat dan pecinta bulutangkis Kota Bekasi untuk terus memberikan dukungan kepada para atlet daerah. Menurutnya, semangat dan perhatian publik sangat dibutuhkan agar para atlet semakin termotivasi untuk berprestasi.
Ia menilai perkembangan bulutangkis di Kota Bekasi mulai menunjukkan tren positif dengan hadirnya generasi muda potensial. Namun demikian, jumlah atlet yang mampu menembus prestasi tingkat nasional masih perlu ditingkatkan.
“Perkembangan bulutangkis di Kota Bekasi sudah mulai bagus, generasinya ada. Hanya saja yang berprestasi di tingkat nasional masih belum banyak. Mudah-mudahan bukan hanya dari AIC saja, tapi klub-klub lain juga bisa melahirkan atlet nasional,” katanya.
Selain fokus pada pembinaan prestasi individu, PB AIC juga menaruh perhatian pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Saat ini, terdapat tiga atlet binaan PB AIC yang dipersiapkan untuk tampil. Meski demikian, pihak klub masih menunggu kejelasan dukungan, termasuk program try out maupun keikutsertaan di kejuaraan nasional seperti Sirnas.
“Sementara untuk Porprov, ada tiga atlet kami. Tapi kami masih menunggu soal dukungan, apakah ada try out ke Sirnas atau tidak. Untuk masalah biaya juga kami belum ada komunikasi lebih lanjut dengan pengurus PBSI yang baru,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan latihan dan bakat, tetapi juga memerlukan dukungan sistem pembinaan, kompetisi berjenjang, serta sinergi antara klub, pengurus, dan pemerintah daerah. (raden/red)












