Scroll untuk baca artikel
banner 728x90
BeritaHukum

Tolak Intervensi dalam Kasus Korupsi, Agus Setiadi Serukan Persatuan Kalbar

Infoindonesia
61
×

Tolak Intervensi dalam Kasus Korupsi, Agus Setiadi Serukan Persatuan Kalbar

Sebarkan artikel ini

    Ia menekankan bahwa intervensi dalam bentuk apa pun baik tekanan sosial, mobilisasi identitas, maupun penggiringan opini berbasis sentimen kedaerahan berpotensi mencederai prinsip equality before the law. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Agus juga mengingatkan bahwa pemberantasan korupsi adalah agenda strategis nasional. Dalam kondisi fiskal negara yang tengah menghadapi tekanan serta situasi geopolitik global yang tidak menentu, integritas tata kelola keuangan publik menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas pembangunan. “Kita sedang berada dalam situasi ekonomi global yang penuh tantangan. Justru di tengah kondisi berat inilah kita harus menunjukkan kedewasaan kolektif. Jangan sampai energi daerah tersedot oleh polemik yang kontraproduktif,” ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Agus Setiadi menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Barat atas capaian kinerja ekonomi Kalimantan Barat yang berhasil mencatatkan pertumbuhan tertinggi se-Kalimantan dan menempati peringkat delapan nasional pada tahun 2026. “Capaian ini bukan hal sederhana. Di tengah tekanan global dan kondisi keuangan nasional yang ketat, Kalimantan Barat mampu menunjukkan daya tahan dan daya saing ekonomi. Ini patut diapresiasi dan harus kita jaga bersama dengan menciptakan stabilitas sosial dan politik daerah,” ungkap Agus yang juga Pengamat dari Sentra Inovasi dan Kajian Kebijakan Publik (SIKKAP).

    Ia menegaskan bahwa stabilitas adalah prasyarat utama investasi, ekspansi usaha, dan percepatan pembangunan. Kegaduhan yang tidak perlu hanya akan menurunkan kepercayaan publik dan pelaku usaha. Lebih lanjut, Agus Setiadi juga mendorong percepatan optimalisasi Pelabuhan Internasional Kijing sebagai simpul strategis ekonomi Kalimantan Barat.

    “Pelabuhan Internasional Kijing memiliki potensi luar biasa sebagai gerbang ekspor-impor, pusat logistik, dan pengungkit pertumbuhan industri. Optimalisasi pelabuhan ini akan menciptakan efek berganda yang signifikan yakni mulai dari peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, hingga penguatan daya saing produk daerah di pasar global,” tegasnya. Menurutnya, momentum pertumbuhan ekonomi yang sudah dicapai harus dikonsolidasikan dengan kebijakan infrastruktur yang terintegrasi dan dukungan penuh seluruh elemen masyarakat.

    Sebagai Ketua Umum Persatuan Orang Melayu, Agus Setiadi mengimbau seluruh pihak termasuk organisasi kepemudaan, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sipil untuk menahan diri serta tidak membuat pernyataan yang dapat memperkeruh suasana dan berpotensi mengganggu fokus kepala daerah serta pemerintah provinsi dalam menjalankan agenda pembangunan.

    Selain itu, juga bisa memancing gesekan di arus bawah. Ia menambahkan bahwa kegaduhan publik yang tidak terkendali berpotensi menciptakan instabilitas sosial di Kalimantan Barat, yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tradisi harmoni dan toleransi yang kuat.

    “Kita harus berdiri pada prinsip yang jelas : hukum ditegakkan tanpa intervensi, adat dihormati pada martabatnya, stabilitas dijaga, dan pembangunan terus dilanjutkan.”