MEMPAWAH, INFOINDONESIA.NET — LSM Mempawah Berani mengharapkan pemberitaan terkait persoalan Karhutla yang dikaitkan dengan PT MAP Mempawah disajikan secara berimbang, objektif dan berdasarkan informasi dari berbagai pihak, sehingga masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh.
Ketua LSM Mempawah Berani, Maman Suratman, menyampaikan dua hal yang perlu menjadi perhatian:
Pertama, berdasarkan informasi dan pemantauan yang dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa Karhutla tersebut berasal dari kawasan yang dikelola PT MAP. Karena itu, diperlukan klarifikasi dan pembuktian yang objektif agar tidak terjadi kesimpulan sepihak.
Kedua, terkait pembangunan jalan alternatif sepanjang kurang lebih 3 kilometer, informasi yang diperoleh LSM Mempawah Berani menyebutkan bahwa jalan tersebut merupakan jalan darurat. Sebelumnya terdapat aksi penutupan jalan oleh masyarakat terhadap jalur yang biasa digunakan pelaksana proyek. Jika tidak dibuat jalan alternatif, kegiatan proyek, khususnya pengangkutan material, akan mengalami hambatan.
“Kami berharap persoalan ini tidak dibesar-besarkan. Tidak semua persoalan harus diselesaikan dengan hukum positif. Sepanjang masih dapat diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah dan pendekatan yang arif, dengan tetap menghormati hukum, maka kearifan lokal harus dikedepankan,” ujar Maman.
LSM Mempawah Berani mengajak semua pihak menjaga suasana tetap kondusif. Pemberitaan yang berimbang, dialog dan kearifan lokal harus menjadi bagian dari upaya mencari solusi, bukan memperbesar persoalan.
Maman Suratman
Ketua LSM Mempawah Berani











