BeritaHukum

VIRAL! Kafe Khozicoffee Hotel Meliau Hilir Ambruk, Izin Abal-Abal, Pemilik dan APH Bungkam

Infoindonesia
43
×

VIRAL! Kafe Khozicoffee Hotel Meliau Hilir Ambruk, Izin Abal-Abal, Pemilik dan APH Bungkam

Sebarkan artikel ini
Viral Kafe Khozicoffee Hotel Meliau Hilir ambruk! Ditemukan izin abal-abal, sementara pemilik dan APH kompak hening cipta. Simak komedi tragedi pembangunan ala negeri +62 di sini.
Viral Kafe Khozicoffee Hotel Meliau Hilir ambruk! Ditemukan izin abal-abal, sementara pemilik dan APH kompak hening cipta. Simak komedi tragedi pembangunan ala negeri +62 di sini.

MELIAU HILIR, Infoindonesia.net – Kafe Khozicoffee Hotel ambruk di Meliau Hilir, Sanggau, Kalimantan Barat. Izin legalitas tidak jelas. Pemilik Kafe Khozicoffee Hotel Ajung/Abot bungkam. APH diduga diam karena menerima setoran. Viral karena kejadian langka.

Kafe Khozicoffee Hotel Meliau Hilir ambruk, Rabu 5 September 2026, pukul 09.00 WIB. Bangunan berdiri di bantaran Sungai Kapuas itu runtuh seketika. Warga sekitar panik. Tidak ada korban jiwa. Namun, aroma kejanggalan menyengat keras.

Pemilik Kafe Khozicoffee Hotel Ajung/Abot bungkam. Tidak ada pernyataan resmi. Tidak ada klarifikasi. Publik bertanya-tanya. Legalitas bangunan dipertanyakan.

Izin-izin tidak jelas. Warga Meliau Hilir, Kabupaten Sanggau, menyebut masalah perizinan sebagai biang keladi.

Kasus ini viral. Jagat maya gempar. Baru kali ini ada kejadian serupa. Kafe Khozicoffee Hotel menjadi buah bibir. Netizen menuntut transparansi. Pemerintah daerah diminta turun tangan. Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada respons berarti.

Aparat penegak hukum (APH) diam seribu bahasa. Tidak ada penyelidikan resmi. Tidak ada pemeriksaan saksi. Tidak ada langkah hukum. Publik menduga ada permainan. Isu setoran mencuat. Sang pemilik Kafe Khozicoffee Hotel diduga kuat menyetor sejumlah uang kepada oknum APH. Dugaan itu menguat. Tidak ada bantahan.

Bantaran Sungai Kapuas seharusnya bebas dari bangunan permanen. Aturan tata ruang jelas. Namun, Kafe Khozicoffee Hotel berdiri kokoh sekian lama. Izin mendirikan bangunan (IMB) tidak ada. Surat izin usaha perdagangan (SIUP) tidak jelas. Amdal tidak diketahui. Semua serba abu-abu.

Warga sekitar mengaku resah. Mereka menyoroti keselamatan. Bangunan di bantaran sungai rawan longsor.

Apalagi Sungai Kapuas kerap meluap. Musibah datang tanpa undangan. Ambruknya Kafe Khozicoffee Hotel menjadi bukti nyata. Kelalaian merajalela.

Pemerintah Kabupaten Sanggau belum bersuara. Dinas tata ruang belum turun. Satpol PP belum bergerak. Semua seperti menunggu perintah. Padahal, kasus ini sudah viral. Tekanan publik menggunung. Transparansi menjadi kata kunci.

Pemilik Kafe Khozicoffee Hotel Ajung/Abot dikenal dekat dengan oknum tertentu. Relasi itu diduga menjadi tameng. Legalitas abal-abal dibiarkan. Pengawasan lemah. Penegakan hukum tumpul. Rakyat kecil menjadi korban. Kafe Khozi Hotel ambruk, tetapi tidak ada tanggung jawab.

APH diam seribu bahasa. Tidak ada penyelidikan. Tidak ada penyidikan. Tidak ada penetapan tersangka. Publik menilai ada pembiaran. Dugaan setoran semakin kuat. Uang pelicin diduga mengalir. Oknum APH diduga menikmati. Keadilan dipertaruhkan.

Kasus ini menjadi cermin buram penegakan hukum di daerah. Bangunan liar berdiri megah. Izin diabaikan. Pengawasan tidur. Ketika ambruk, tidak ada yang bertanggung jawab. Pemilik bungkam. APH bisu. Warga hanya bisa menonton.

Viralnya kasus ini menjadi alarm. Publik menuntut audit izin. Publik menuntut investigasi APH. Publik menuntut keadilan. Jangan sampai Kafe Khozi Hotel ambruk, tetapi hukum tetap tegak berdiri di atas puing-puing kebohongan.

Kafe Khozicoffee Hotel Meliau Hilir ambruk. Izin legalitas tidak jelas. Pemilik bungkam. APH diam seribu bahasa. Diduga sudah menerima setoran. Rakyat menunggu. Hukum jangan tumpul ke atas, tajam ke bawah.