KUBU RAYA, Infoindonesia.net – Asap tipis mengepul dari tungku Dapur SPPG, membawa secercah harapan sekaligus pertaruhan besar bagi masa depan anak-anak di pelosok Kalimantan Barat.
Himpunan Pengusaha Jasaboga Indonesia (HIPZI) Kalimantan Barat bersama Satgas Badan Gizi Nasional (BGN) Polda Kalbar dan DPR RI memperketat pengawasan standar keamanan serta kualitas gizi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Evaluasi transparan ini memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Prabowo Subianto berdampak nyata. Simak ulasan lengkap dan bagikan opini Anda di kolom komentar!
Uap hangat aroma sup sayur menyengat hidung tatkala panci alumunium raksasa dibuka perlahan.
Di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa sore, hening mendadak menyergap saat layar menampilkan foto-foto sajian rantang siswa. Ketua DPP HIPZI Kalimantan Barat, Hidayat, menatap tajam ke arah peserta Focus Group Discussion (FGD).
Tangannya menggenggam mikrofon erat-erat, menyuarakan denyut nadi ribuan anak penerima manfaat di tanah Khatulistiwa.
“Tata kelola dapur yang baik harus didukung dengan pemahaman regulasi, standar operasional, kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas gizi,” tegas Hidayat di hadapan jajaran Satgas BGN Polda Kalbar. “FGD bukan sekadar diskusi, tetapi harus menghasilkan rekomendasi nyata untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dapur SPPG.”
Kata-kata itu bergetar, menembus dinding aula. Bagi Hidayat, piring makan anak-anak sekolah bukan cuma urusan pengisian perut.
Piring itu ibarat monumen harapan tempat nutrisi diracik demi memutus rantai stunting. Langkah evaluasi bersama jajaran Polda Kalbar menjadi benteng pertahanan terakhir agar tiada bahan makanan berpenyakit lolos ke meja makan siswa.
Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Di sudut panggung utama, Anggota DPR RI Yuliansyah mengangguk perlahan. Wajah Ketua Pembina HIPZI Kalbar itu tampak serius mencatat tiap patah kata dari perwakilan 14 kabupaten/kota.
Penyelenggaraan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di Kalbar menuntut kedisiplinan tanpa kompromi. Garis ketegangan terpancar dari gesture tangannya saat menyampaikan pandangan kritis.
“Tata kelola MBG di SPPG kita harus mengikuti aturan-aturan dengan berikan makanan-makanan bergizi kepada anak-anak kita. Kita perlu kerja sama pemerintah daerah dan Forkopimda 14 kabupaten/kota di Kalbar,” ujar Yuliansyah penuh penekanan.
Sinergi lintas sektoral ini ibarat jalinan rantai besi. Jika satu mata rantai di daerah rapuh, sirna sudah impian menciptakan generasi emas.
Suasana diskusi mencair penuh rasa syukur kala Ketua Harian DPP HIPZI Kalbar, Rusdi, mengambil alih pembicaraan.
Senyum lega tersirat di wajahnya saat menyampaikan apresiasi mendalam atas fasilitasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya serta kehadiran para pejabat daerah.
Evaluasi Dapur SPPG
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini. Terima kasih juga kepada anggota DPR RI, Yuliansyah, yang telah hadir dan memberikan dukungan. Semoga kegiatan ini menjadi sarana bagi kita untuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas dapur SPPG yang ada di Kalimantan Barat,” tutur Rusdi tulus.
Mentari senja menyusup dari balik jendela aula, membiaskan cahaya keemasan di atas meja kerja.
Pertemuan sore itu tuntas melahirkan peta jalan baru pengawasan dapur gizi. HIPZI Kalbar, Satgas BGN Polda Kalbar, hingga Pemerintah Daerah resmi mengikat janji setia demi menjamin keamanan pangan harian.
Sebab bagi mereka, tiap gram gizi di dalam piring anak Kalbar adalah investasi masa depan bangsa yang tak boleh ditawar.











