LANDAK, INFOINDONESIA.NET – Informasi soal tambang ilegal di Sungai Pak Mayam, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat ternyata keliru berat. Polres Landak rutin lakukan pengawasan. Pelajari cara cek fakta, hindari misinformasi, bangun ketahanan berpikir kritis di era digital.Rabu, (12/08/2026)
Sebuah unggahan Instagram menyebar luas dengan judul menyiratkan Kabupaten Landak dijadikan sasaran tambang ilegal, serta menduga penertiban berlangsung seremonial semata.
Isi unggahan menyebutkan alat berat beroperasi bebas siang malam, sungai rusak parah, masyarakat mengeluh, serta adanya dugaan perlindungan oknum dan pungutan liar.
Tuntutan pun disampaikan: hentikan seluruh kegiatan tambang di Desa Pak Mayam, proses hukum pihak terkait, serta usut dugaan keterlibatan oknum.
Namun, pengecekan langsung ke lokasi, tepatnya di aliran Sungai wilayah Desa Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, membuktikan informasi itu keliru berat.
Jajaran Polres Landak senantiasa rutin lakukan patroli dan pengawasan di sepanjang sungai.
Imbauan dan pengendalian terus berjalan. Tidak ada kebebasan beroperasi seperti yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Waspada Konten Menyesatkan
Unggahan yang menyebar lazimnya memakai judul bernada kuat semata mendulang perhatian.
Diksi berlebihan dipakai menarik klik, bukan menyajikan kebenaran. Pembaca kerap terpedaya tampilan visual menarik lalu langsung percaya tanpa telusuri asal-usul akun pembuat sebaran.
Narasi berantai di grup tertutup atau akun tanpa jejak identitas jelas rapat menyembunyikan kebenaran.
Sebaiknya rujuk berita dari lembaga pers terverifikasi Dewan Pers guna peroleh akurasi terjamin.
Pembaca kerap menyimpulkan hal besar dari satu kalimat provokatif. Padahal, membaca utuh seluruh isi informasi wajib dilakukan agar konteks tidak terpotong.
Jangan tarik kesimpulan akhir hanya dari judul atau sebagian kalimat yang dirancang membangkitkan emosi.
Latih kemampuan berpikir kritis. Uji setiap klaim yang disampaikan. Apakah disertai bukti nyata, data terukur, atau sekadar bangkitkan kemarahan? Informasi rekayasa lazimnya kekurangan data pendukung, namun sarat nuansa emosi.
Sumber berita resmi menjadi rujukan utama saat muncul isu berpotensi gelombang kepanikan. Cek silang lewat kanal instansi berwenang sebelum percaya lalu ikut sebar.
Prinsip saring sebelum sebar menjadi pedoman dasar. Tanyakan: apakah isi informasi membawa manfaat atau justru melahirkan salah paham luas?
Jika masih ragu, tunda atau hentikan penyebaran. Jangan biarkan jari bergerak menyebar lebih cepat dibandingkan kemampuan berpikir.
Akal Sehat Sebagai Benteng Terkuat
Disiplin verifikasi yang ketat menjadikan setiap orang pertahanan andal lawan berita palsu.
Literasi digital bukan sekadar menikmati jaringan cepat, melainkan ciptakan ruang siber bersih dan sehat. Akal sehat tetap menjadi benteng utama yang tak boleh runtuh oleh sensasi sesaat.
Informasi yang menyebar tanpa dasar kuat ibarat penyakit menyebar cepat. Setiap orang berperan jadi pelindung masyarakat luas. Jangan biarkan kebenaran kalah cepat oleh narasi tak teruji. Tetap teliti, tetap cerdas, dan tetap bijak di setiap langkah di dunia maya.
Narasi viral soal tambang ilegal di Sungai Pak Mayam, Landak, terbukti keliru. Polres Landak rutin lakukan pengawasan.
Masyarakat diminta cek ulang setiap informasi, utamakan sumber terpercaya, saring sebelum sebar, serta pakai akal sehat lawan misinformasi.(red)











