BeritaKalbar,

PETANG INI PEMPROV KALBAR GERAKKAN DUA HELIKOPTER SISIR TITIK API

Infoindonesia
13
×

PETANG INI PEMPROV KALBAR GERAKKAN DUA HELIKOPTER SISIR TITIK API

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK, INFOINDONESIA.NET – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) terus dilakukan. Satuan tugas (Satgas) karhutla Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar membagi kekuatan menjadi tim darat dan udara untuk memantau sekaligus menangani titik-titik rawan kebakaran di sejumlah wilayah.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Ridwan mengatakan, pembagian tugas tersebut telah difinalisasi dalam briefing pada Kamis (17/9) pagi. Tim udara kemudian kembali dibagi menjadi dua bagian, yakni patroli dan waterbombing. “Untuk satgas udara kita bagi menjadi dua tim yaitu pertama patroli dan kedua yakni waterbombing,” kata Ridwan.

Menurutnya, pelaksanaan patroli udara dilakukan berdasarkan informasi, dan data yang diterima dari tim satgas darat. Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim udara dalam menentukan wilayah yang perlu dipantau.

Untuk patroli, BPBD mengerahkan dua helikopter dengan pembagian wilayah berbeda. Satu helikopter diarahkan ke wilayah Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya dan daerah sekitarnya.
Sementara satu helikopter lainnya melakukan patroli di wilayah Sambas, Mempawah, Bengkayang dan Landak. Patroli juga mencakup wilayah perhuluan Sanggau, Sekadau hingga Sintang. “Untuk patroli satu helikopter kami kerahkan ke daerah Ketapang, Kayong Utara Kubu Raya dan sekitarnya,” jelasnya.

Sedangkan helikopter kedua, lanjut Ridwan, diarahkan untuk memantau wilayah Sambas, Mempawah, Bengkayang, Landak hingga daerah perhuluan Sanggau, Sekadau dan Sintang.
Di sisi lain, seluruh tim darat pada Kamis dikerahkan untuk melakukan pengamanan di kawasan Bandara Supadio. Langkah tersebut dilakukan karena kabut asap dalam beberapa hari terakhir telah berdampak terhadap aktivitas penerbangan.

Ridwan mengatakan, kondisi tersebut membuat waktu penerbangan sejumlah maskapai ikut terdampak. Penerbangan hanya dapat dilakukan menjelang sore hingga malam hari. “Tim darat semua pada hari ini kita kerahkan semua untuk pengamanan daerah kawasan bandara karena sudah berdampak sekali beberapa hari ini mempengaruhi waktu penerbangan,” ujarnya.

Penanganan melalui jalur darat dan udara tersebut dilakukan secara terpadu. Tim patroli udara mengandalkan informasi dari lapangan, sementara tim darat diarahkan ke kawasan yang dinilai membutuhkan penanganan dan pengamanan segera. Pembagian tugas ini menjadi bagian dari upaya Satgas Karhutla Kalbar menangani kebakaran sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat, dan aktivitas publik.(red)