Berita

Mengenal Sosok Letjen Iwan Setiawan Resmi Nakhodai Kostrad, Siapkan Pasukan Elite!

Infoindonesia
15
×

Mengenal Sosok Letjen Iwan Setiawan Resmi Nakhodai Kostrad, Siapkan Pasukan Elite!

Sebarkan artikel ini
Letjen TNI Iwan Setiawan resmi menjabat Pangkostrad. Simak rekam jejak lengkap, dari Kopassus hingga Danpussenif, siap bawa Kostrad makin tangguh.
Letjen TNI Iwan Setiawan resmi menjabat Pangkostrad. Simak rekam jejak lengkap, dari Kopassus hingga Danpussenif, siap bawa Kostrad makin tangguh.

CIMAHI, Infoindonesia.net – Letjen TNI Iwan Setiawan resmi menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Mutasi Markas Besar TNI menempatkan perwira baret merah ini pada kursi komando pasukan pemukul utama.

Promosi ini menegaskan kepercayaan negara terhadap kapasitas kepemimpinan taktisnya. Pengalaman operasi tempur serta ketegasan prinsip di lapangan diproyeksikan membawa penyegaran signifikan bagi kesiapan Kostrad.

Kostrad merupakan satuan cadangan strategis TNI AD. Markasnya berada di Jakarta. Pasukan ini memiliki kemampuan operasi lintas medan.

Kecepatan bergerak menjadi salah satu kekuatan utama. Letjen Iwan diharapkan memperkuat sinergi antar satuan. Sinergi itu penting bagi operasi militer terpadu.

Karier Iwan dimulai 1993 sebagai Komandan Unit Grup 2/Para Komando Kopassus. Ia mengawali jejak sebagai perwira pertama di Korps Baret Merah.

Tahun 2008, ia memimpin Batalyon 22/Manggala Yudha Grup 2 Kopassus. Satuan tempur elite ini beroperasi di wilayah Sukoharjo. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Komandan Kodim 0608/Cianjur Jawa Barat.

Penugasan ini membuka jalur komando teritorial kedinasan daerah. Rekam jejak awal itu membentuk karakter perwira.

Ia terbiasa mengambil keputusan cepat. Tekanan lapangan menjadi guru terbaik. Kemampuan itu terasah selama bertahun-tahun.

Setiap penugasan memberi pelajaran baru. Pengalaman itu menjadi fondasi kepemimpinan strategis.

Tahun 2011, ia kembali ke Kopassus sebagai Wakil Komandan Grup 2/Para Komando. Posisi ini menempatkannya di lini kedua grup tempur.

Pengalaman itu memperkuat kemampuan manajemen operasi pasukan khusus. Ia lalu memimpin Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) pada 2015. Di sana, ia menggodok kualifikasi mental dan fisik prajurit komando.

Pusdikpassus

Kepemimpinan Iwan terus menanjak. Periode 2020–2021, ia menjabat Danrem 173/Praja Vira Braja Biak, Papua.

Saat itu, ia meraih pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen). Tugas ini menuntut ketangguhan menghadapi dinamika wilayah pertahanan Papua.

Tahun 2022–2023, ia menjadi Danjen Kopassus. Ia resmi menyandang pangkat Mayor Jenderal (Mayjen).

Ia memimpin seluruh korps baret merah secara nasional. Kepemimpinan Danjen Kopassus menuntut visi jauh.

Ia mengelola satuan elite dengan disiplin ketat. Modernisasi alat dan latihan menjadi perhatian. Prajurit dituntut adaptif terhadap ancaman baru. Ia menjaga tradisi baret merah. Tradisi itu menjadi identitas korps.

Jejak Emas

Tahun 2023–2025, Iwan memimpin Pangdam XII/Tanjungpura. Komando kewilayahan ini membawahi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga. Pengalaman ini memperkaya pemahaman strategisnya.

Pada 2025–2026, ia menjabat Danpussenif. Ia meraih pangkat Letnan Jenderal (Letjen/Bintang 3).

Ia memimpin kiblat kesenjataan infanteri Angkatan Darat. Pangdam XII/Tanjungpura memiliki wilayah luas.

Ia membina satuan teritorial di dua provinsi. Koordinasi dengan pemerintah daerah berjalan penting.

Stabilitas wilayah menjadi kunci pembangunan. Pengalaman ini menambah wawasan nasional. Ia memahami tantangan perbatasan.

Oktober 2026, ia resmi menduduki kursi Pangkostrad. Ini salah satu komando pasukan pemukul terbesar dan paling bergengsi di TNI AD.

Kostrad memiliki peran vital dalam menjaga kedaulatan negara. Kesiapan siagaan pasukan menjadi prioritas utama.

Pengalaman operasi tempur serta ketegasan prinsip di lapangan menjadi modal berharga. Danpussenif menjadi puncak karier infanteri.

Ia mengarahkan pengembangan doktrin tempur. Kesenjataan infanteri menjadi tulang punggung darat.

Inovasi taktis terus didorong. Latihan bersama antar satuan ditingkatkan. Ia menekankan profesionalisme prajurit.

Pangkostrad memimpin satuan pemukul strategis. Ia bertanggung jawab atas kesiapan operasi.

Kostrad harus siap bergerak cepat. Ancaman modern menuntut respons tepat. Ia membawa pengalaman luas dari berbagai medan. Kepercayaan negara menjadi amanah besar.

Kostrad Tangguh

Markas Besar Angkatan Darat memastikan proses serah terima jabatan struktural segera dilaksanakan. Langkah ini menjaga kesinambungan organisasi kedinasan.

Kostrad diharapkan semakin tangguh, profesional, dan modern. Publik menanti gebrakan baru di tubuh pasukan pemukul.

Dengan rekam jejak lengkap, Letjen Iwan Setiawan siap membawa Kostrad melaju lebih cepat.

Serah terima jabatan akan segera digelar. Proses itu menjaga kesinambungan organisasi. Kostrad siap menghadapi tugas baru.

Publik berharap pasukan pemukul semakin profesional. Letjen Iwan Setiawan menjadi sosok kunci.

Kariernya menjadi contoh bagi prajurit muda. Pasukan pemukul harus adaptif, cepat, tepat, dan profesional.