BEKASI, INFOINDONESIA.NET — Musyawarah Cabang (Muscab) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Bekasi berlanjut pada momentum penting dengan dilantiknya Muslim Tampubolon sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB Kota Bekasi bersama jajaran pengurus periode berikutnya.
Pelantikan yang berlangsung di Gedung Graha Girsang, Jakasetia, Bekasi Selatan, Minggu (26/7/2026), bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Bagi PBB Kota Bekasi, momentum tersebut menjadi penanda kebangkitan organisasi setelah dalam dua tahun terakhir dinilai belum berjalan secara maksimal.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat sekaligus meriah. Rombongan pengurus baru memasuki ruangan melalui barisan pedang pora, diiringi alunan musik drum band siswa Taruna Akademi Maritim Cirebon (AMC) Bekasi. Nuansa kehormatan juga diberikan kepada jajaran pengurus DPD PBB Jawa Barat dan DPP PBB yang hadir menyaksikan pengukuhan kepengurusan baru tersebut.
Ketua Umum DPP PBB Lambok F. Sihombing, S.Pd., hadir bersama jajaran pengurus pusat. Turut hadir Ketua DPD PBB Jawa Barat Sahat Tua Sinambela, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi Drs. Hudi Wijayanto, M.Si., Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bekasi Ariyes Budiman, Ketua GIBAS Resort Kota Bekasi Deni Muhamad Ali, S.E., Ketua Karang Taruna Kota Bekasi H. Darkam Suryadi, serta jajaran pengurus PAC dan Ranting PBB se-Kota Bekasi.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengesahan kepengurusan oleh Ketua DPD PBB Jawa Barat Sahat Tua Sinambela kepada Muslim Tampubolon. Penyerahan SK tersebut sekaligus menjadi penegasan mandat organisasi kepada kepengurusan baru untuk menghidupkan kembali roda organisasi dan memperluas kontribusinya di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Pelantikan Samuel Sitompul mengatakan, keberhasilan pelantikan tidak terlepas dari semangat gotong royong seluruh jajaran organisasi.
Menurut dia, kekompakan yang ditunjukkan para pengurus DPC, PAC hingga Ranting menjadi modal penting bagi PBB Kota Bekasi untuk bangkit setelah sempat kurang aktif selama sekitar dua tahun.
“Keberhasilan acara ini tidak lepas dari semangat gotong royong seluruh jajaran pengurus DPC Kota Bekasi. Terlihat nyata kekompakan dan kebersamaan antar-PAC maupun Ranting se-Kota Bekasi, yang menjadi modal utama kita untuk berkarya bersama,” ujar Samuel.
Muslim Tampubolon dalam sambutannya menegaskan bahwa kepemimpinan baru PBB Kota Bekasi tidak ingin menjadikan organisasi hanya sebagai tempat berkumpul. PBB, kata dia, harus hadir sebagai organisasi kemasyarakatan yang terbuka, aktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin membangun organisasi yang lebih aktif, terbuka, dan merangkul semua elemen tanpa memandang latar belakang,” tegas Muslim.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk mengedepankan persatuan, gotong royong, serta menjauhkan berbagai sikap yang dapat memecah kebersamaan.
“Kita harus bergerak maju, memperbanyak karya nyata, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi kemajuan pembangunan Kota Bekasi. Mari kita jaga persatuan, jauhkan rasa iri dan dengki, karena kebersamaan adalah kunci untuk melayani masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya.
Menurut Muslim, PBB harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari kekuatan sosial masyarakat Kota Bekasi. Karena itu, ia membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.
“Harapan kami, PBB di Kota Bekasi menjadi wadah yang punya peran nyata, bukan sekadar tempat membawa perasaan. Mari kita bergandengan tangan bersama seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
QRS Dipercaya Menjadi Ketua Dewan Penasihat
Semangat kebersamaan lintas organisasi tersebut semakin terlihat dengan hadirnya Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar, dalam pelantikan tersebut.
Selain hadir sebagai tamu kehormatan, QRS—sapaan akrab Qadar Ruslan Siregar—menerima amanah baru sebagai Ketua Dewan Penasihat PBB Kota Bekasi.
Kepercayaan tersebut menunjukkan adanya upaya memperkuat hubungan antara organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha. Kadin Kota Bekasi selama ini memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi daerah, sementara PBB memiliki jaringan sosial dan kemasyarakatan yang luas.
QRS menyatakan kesiapannya untuk mendukung PBB Kota Bekasi, terutama dalam dua bidang yang dinilainya penting, yakni pelestarian budaya dan peningkatan kapasitas ekonomi para pengurus serta anggota organisasi.
“Saya mensupport kehadiran Pemuda Batak Bersatu di Kota Bekasi dengan maksimal, terutama bicara tentang budaya, kemudian bicara tentang peningkatan ekonomi pengurus dan anggota PBB,” ujar QRS.
Menurut dia, keberadaan ormas tidak hanya penting dalam menjaga kehidupan sosial dan kerukunan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, QRS mendorong agar PBB membangun sinergi yang lebih erat dengan Kadin Kota Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi.
“Harapannya Pemuda Batak Bersatu ini bisa bergandeng tangan dengan Kadin Kota Bekasi dan juga Pemerintah Kota Bekasi untuk turut sukses membangun perekonomian di Kota Bekasi,” katanya.
Bagi QRS, kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pengembangan peluang usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan anggota organisasi, serta pembukaan akses ekonomi yang lebih luas.
Dengan demikian, keberadaan organisasi kemasyarakatan tidak berhenti pada kegiatan sosial dan seremonial, tetapi berkembang menjadi kekuatan masyarakat yang mampu ikut menjawab persoalan ekonomi dan sosial warga.
Kesbangpol: Ormas Harus Menjadi Mitra Pembangunan
Kepala Kesbangpol Kota Bekasi Hudi Wijayanto memberikan apresiasi terhadap pelantikan kepengurusan baru DPC PBB Kota Bekasi.
Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat peran PBB dalam menjaga kerukunan, mempererat persatuan antarsuku dan kelompok masyarakat, serta membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bekasi.
Dalam konteks Kota Bekasi sebagai daerah dengan masyarakat yang beragam, keberadaan ormas dinilai memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, dan ketertiban.
PBB diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat yang ikut mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan sosial, pelayanan kemasyarakatan, penguatan persaudaraan, serta program-program yang menyentuh kebutuhan warga.
Harapan tersebut sejalan dengan pesan Ketua Umum DPP PBB Lambok F. Sihombing yang mengajak seluruh pengurus menjaga kekompakan dan mempererat persaudaraan.
Menurutnya, DPC PBB Kota Bekasi harus mampu membuktikan bahwa organisasi kemasyarakatan dapat hadir secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Kekompakan Lintas Ormas Jadi Kekuatan Kota Bekasi
Pelantikan DPC PBB Kota Bekasi juga memperlihatkan satu pesan penting: kekuatan organisasi kemasyarakatan di Kota Bekasi tidak harus berjalan sendiri-sendiri.
Kehadiran unsur Pemuda Pancasila, GIBAS, Karang Taruna, Kadin Kota Bekasi, Kesbangpol, serta jajaran PBB dari tingkat DPC hingga Ranting menunjukkan adanya ruang kebersamaan lintas organisasi.
Kebersamaan tersebut menjadi modal sosial yang penting bagi Kota Bekasi. Sebab, berbagai persoalan masyarakat tidak mungkin diselesaikan hanya oleh satu organisasi atau satu kelompok.
Persoalan ekonomi membutuhkan keterlibatan dunia usaha. Persoalan sosial membutuhkan jaringan kemasyarakatan. Pembangunan membutuhkan dukungan pemerintah. Sementara kerukunan dan stabilitas membutuhkan kesadaran bersama seluruh elemen masyarakat.
Dalam kerangka itulah, pelantikan Muslim Tampubolon dan kepengurusan baru DPC PBB Kota Bekasi dapat dibaca sebagai awal terbentuknya kembali energi organisasi.
PBB memiliki jaringan anggota dan struktur hingga tingkat kewilayahan. Kadin memiliki jaringan dunia usaha. Organisasi kemasyarakatan lainnya memiliki basis sosial masing-masing. Pemerintah memiliki kewenangan serta kebijakan pembangunan.
Jika seluruh kekuatan tersebut mampu dipertemukan dalam semangat kolaborasi, maka organisasi kemasyarakatan tidak hanya menjadi penonton pembangunan, melainkan dapat menjadi bagian dari solusi.
Bagi warga Kota Bekasi, soliditas lintas ormas semacam itu tentu memiliki arti penting. Persatuan bukan hanya ditunjukkan melalui slogan, tetapi melalui kerja bersama untuk memperkuat pelayanan sosial, membuka peluang ekonomi, menjaga kerukunan, serta mendukung pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Dengan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Muslim Tampubolon dan dukungan Dewan Penasihat yang dipimpin Qadar Ruslan Siregar, DPC PBB Kota Bekasi memasuki babak baru.
Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa semangat yang ditampilkan dalam pelantikan tidak berhenti di Graha Girsang.
Sebab, bagi sebuah organisasi kemasyarakatan, ukuran keberhasilan bukan semata-mata seberapa meriah pelantikannya, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelahnya.
Dan di Kota Bekasi, ketika berbagai organisasi memilih untuk saling mendukung, bergandengan tangan, serta menempatkan kepentingan warga di atas kepentingan kelompok, maka kekompakan tersebut dapat menjadi kekuatan besar bagi kemajuan kota.(red)











