JAKARTA, Infoindonesia.net – Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi ajang refleksi penting seluruh elemen masyarakat.
Ketua Lembaga Kajian Pembangunan Indonesia Anak Negeri, Maman Suratman, menyerukan gerakan bersama menjaga kesehatan fisik, mental, sosial bangsa.
Kemerdekaan sejati bukan sekadar lepas rantai penjajahan, melainkan terbebasnya masyarakat dari krisis kesehatan mental, keterbatasan fasilitas medis, ancaman penyakit kronis.
Hasil perjuangan panjang seluruh rakyat melahirkan negara berdaulat atas dasar Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.
Kemerdekaan wajib kita rawat bersama sebagai amanah sejarah bagi generasi penerus.
Kesehatan nasional menjadi benteng pertahanan utama bangsa. Tanpa fisik kuat, tanpa jiwa sehat, roda pembangunan daerah dipastikan lumpuh total.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan tingkat stres masyarakat di wilayah dengan akses infrastruktur terbatas mengalami peningkatan signifikan.
Kesenjangan fasilitas kesehatan antarwilayah merusak kesejahteraan psikologis warga.
Maman Suratman menegaskan masalah infrastruktur jalan rusak, minimnya sarana medis daerah terpencil, kesenjangan ekonomi regional, harus diselesaikan lewat jalur resmi atau konstitusional
Cegah Disintegrasi Mental
“Adanya kekurangan sektor pembangunan kesehatan bukan alasan memisahkan diri atau mendirikan negara di dalam negara. Setiap persoalan wajib disampaikan melalui mekanisme konstitusional, dialog terbuka, perjuangan bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Maman Suratman.
Ketimpangan distribusi tenaga medis, dokter spesialis, obat-obatan di pelosok Indonesia kerap memicu kekecewaan publik.
Kekecewaan berlarut-larut berpotensi memicu gangguan kesehatan mental massal seperti depresi sosial, kecemasan kolektif, penurunan daya tahan tubuh masyarakat.
Kritik terhadap efektivitas pelayanan kesehatan pemerintah merupakan bagian demokrasi, bentuk kepedulian nyata masyarakat atas kemajuan bangsa.
Namun, penyampaian kritik wajib diarahkan guna memperbaiki keadaan, bukan memperlemah daya tahan pertahanan mental persatuan nasional.
Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, gangguan kardiovaskular, kini makin mengancam usia produktif.
Keterbatasan akses rumah sakit memperburuk angka harapan hidup warga terpencil. Ketimpangan akses ini butuh penanganan medis cepat, terpadu, merata.
Keberagaman Indonesia merupakan kekuatan utama bangsa. Perbedaan pandangan politik hal wajar, namun persatuan jiwa raga seluruh rakyat Indonesia tetap komitmen utama tanpa kompromi.
Maman Suratman mengajak seluruh komponen masyarakat memanfaatkan peringatan HUT RI ke-81 memperkuat semangat gotong royong bidang kesehatan.
Masyarakat diimbau aktif membangun pola hidup bersih, menjaga kesehatan lingkungan, mengawal pemerataan pembangunan fasilitas kesehatan daerah masing-masing.
Pemerintah bersama swasta perlu menggenjot pemerataan infrastruktur kesehatan digital seperti layanan telemedicine, guna menjangkau pelosok negeri.
Penanganan gizi buruk, pencegahan stunting, penguatan puskesmas daerah terpencil harus menjadi prioritas nasional. Kesehatan masyarakat merupakan kunci utama mewujudkan Indonesia Emas.
“Merayakan kemerdekaan bukan berarti menutup mata atas kelemahan sektor kesehatan kita, melainkan pengingat kuat kita memiliki tanggung jawab bersama membenahi kualitas hidup bangsa ini,” tutup Maman Suratman.
(Wawan Suwandi)











