Berita

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan Harap Sinergi PWI Pusat dan Daerah

Infoindonesia
18
×

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan Harap Sinergi PWI Pusat dan Daerah

Sebarkan artikel ini
Tak hanya itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan juga memberikan apresiasi kepada Wawan Suwandi, Plt Ketua PWI Kalbar, agar terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas pers di daerah.
Tak hanya itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan juga memberikan apresiasi kepada Wawan Suwandi, Plt Ketua PWI Kalbar, agar terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas pers di daerah.
Example 468x60

CIKARANG, Infoindonesia.net- Cikarang, Sabtu sore, 30 Agustus 2025 udara terasa berbeda. Di dalam Gedung Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Komdigi, sorak sorai para jurnalis dan peserta pemungutan suara pecah silih berganti.

Sesekali tepuk tangan riuh menggema, memecah ketegangan yang menahan napas sejak pagi.

Example 300x600

Di layar besar, angka demi angka suara muncul perlahan. Detik-detik itu terasa panjang.

Sorot kamera wartawan tak henti-hentinya memburu wajah-wajah kandidat. Di antara kerumunan, satu sosok berdiri tegak Akhmad Munir. Senyumnya tipis, matanya lurus, menyiratkan keyakinan.

Pemilihan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2025-2030 menjadi salah satu kontestasi paling panas dalam sejarah organisasi pers nasional.

Dua kandidat utama, Akhmad Munir dan Hendry CH Bangun, bersaing ketat memperebutkan suara 87 pemilik hak suara dari 39 provinsi.

Hasil akhir diumumkan tepat pukul 17.25 WIB:

  • Akhmad Munir → 52 suara
  • Hendry CH Bangun → 35 suara

Kemenangan Akhmad Munir tak hanya menandai pergantian kepemimpinan, tapi juga membuka babak baru bagi PWI di tengah tantangan dunia pers yang kian kompleks.

Sebagai Direktur Utama LKBN ANTARA, Akhmad Munir dikenal tegas, berpikiran strategis, dan vokal memperjuangkan kebebasan pers. Dalam pidato kemenangannya, Munir menegaskan tiga fokus utama PWI periode barunya:

Memperkuat Integritas Jurnalisme

Mendorong independensi media dan melawan intervensi politik. Menyediakan pelatihan teknologi jurnalistik dan memfasilitasi media daerah untuk beradaptasi dengan ekosistem digital.

Mengembangkan program peningkatan kompetensi, jaminan sosial, dan perlindungan hukum bagi wartawan.

“Pers adalah pilar demokrasi. Kita harus menjaga integritasnya, membangun literasi digital, dan memastikan kesejahteraan para jurnalis,” ujar Munir saat konferensi pers usai pemilihan.

Dukungan dari Kalimantan Barat

Kemenangan Munir disambut hangat oleh berbagai tokoh daerah, termasuk Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H. Dalam pernyataannya kepada Infoindonesia.net Ria Norsan mengucapkan selamat kepada Munir dan menggarisbawahi pentingnya sinergi antara PWI pusat dan daerah.

“Selamat dan sukses atas terpilihnya Akhmad Munir sebagai Ketua Umum PWI 2025-2030. Kami berharap PWI semakin maju, profesional, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Ria Norsan juga memberikan apresiasi kepada Wawan Suwandi, Plt Ketua PWI Kalbar, agar terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas pers di daerah.

PWI dan Tantangan Digital

Memimpin PWI di era digital bukan perkara mudah. Perubahan perilaku pembaca, maraknya disinformasi, hingga tekanan terhadap kebebasan pers menjadi tantangan besar bagi Munir dan jajarannya.

Beberapa tantangan utama yang dihadapi:

  • Disrupsi Teknologi → Munculnya AI dan algoritma media sosial mengubah cara orang mengonsumsi berita.
  • Penyebaran Hoaks → Jurnalis dituntut bekerja cepat sekaligus akurat, dengan verifikasi data yang lebih ketat.
  • Ketimpangan Media → Media besar berkembang pesat, sementara media lokal banyak yang gulung tikar.

Cak Munir menyadari bahwa tanpa inovasi dan transformasi digital, PWI akan tertinggal.

Karenanya, ia berkomitmen mengalokasikan sebagian besar program kerjanya pada penguatan kapasitas digital wartawan di seluruh Indonesia.

Peta Kekuatan PWI 2025-2030

Dalam kepemimpinan Munir, PWI kini memegang peran strategis dalam:

  • Membentuk regulasi jurnalisme digital bersama Dewan Pers dan Kominfo.
  • Mengadvokasi kebebasan pers pada skala nasional dan internasional.
  • Membangun ekosistem literasi media di kalangan masyarakat umum.

Dengan dukungan penuh 39 provinsi, PWI diharapkan menjadi lokomotif reformasi pers di Indonesia.

Pemilihan Ketua Umum PWI 2025-2030 di Cikarang bukan sekadar soal pergantian figur.

Kemenangan Akhmad Munir adalah simbol transformasi besar dunia pers Indonesia. Di tengah arus informasi yang deras, PWI berada pada titik krusial untuk menentukan arah masa depan jurnalistik Tanah Air.

Dari ruang BPPTIK Komdigi sore itu, suara tepuk tangan dan sorakan kemenangan menjadi penanda era baru pers Indonesia resmi dimulai. (M Tasya)

Example 300250
Example 120x600