BeritaKalbar,

Kabar Baik! BPJN Kalimantan Barat Pasang Pagar Besi Pengaman

Infoindonesia
20
×

Kabar Baik! BPJN Kalimantan Barat Pasang Pagar Besi Pengaman

Sebarkan artikel ini

SANGGAU, INFOINDONESIA.NET– Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat bergerak cepat merespons ancaman longsor di ruas jalan nasional Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Tim teknis langsung memasang pagar besi pengaman sepanjang kurang lebih 75 meter di titik kritis tersebut.

Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Longsor menggerus bahu jalan, menyisakan potensi bahaya bagi kendaraan roda dua maupun roda empat melintas.

Pengawas pelaksanaan proyek, Mauludin, menyatakan pemasangan pagar ini bersifat strategis. Tujuannya memberi rasa aman bagi seluruh pengendara. “Pemasangan pagar besi pengaman diperkirakan mencapai panjang sekitar 75 meter. Fungsinya memberikan keamanan bagi pengendara pengguna jalan,” ujarnya, Kamis, 27 Agustus 2026.

Lokasi Penyeladi memang dikenal sebagai salah satu titik rawan pergerakan tanah. Struktur tanah di area ini labil, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi geografis berbukit menambah tingkat kerentanan.

Pemasangan pagar besi menjadi solusi cepat sebelum penanganan permanen dilakukan. Pagar berfungsi sebagai pembatas visual sekaligus pengaman fisik. Pengendara mendapat peringatan dini untuk menjaga jarak aman dari bibir longsoran.

Data Lapangan

Bahu jalan mengalami penurunan signifikan. Material tanah tergerus air, meninggalkan rongga di bawah permukaan aspal. Jika dibiarkan, kerusakan bisa meluas ke badan jalan utama.

Tim BPJN Kalimantan Barat menurunkan alat berat dan material besi dalam jumlah memadai. Pekerjaan pemasangan dilakukan bertahap. Setiap tiang pagar ditanam kuat ke dalam tanah stabil.

Lokasi proyek berada di jalur vital penghubung antar kabupaten Volume kendaraan harian cukup tinggi. Didominasi angkutan barang dan kendaraan pribadi.

Respons Publik

Warga sekitar dan pengguna jalan menyambut baik langkah cepat ini. Mereka berharap penanganan menyeluruh segera menyusul. Sebab, longsor susulan masih mungkin terjadi mengingat musim hujan belum sepenuhnya berakhir.

Seorang pengendara, Doni, mengaku sempat waswas melintas sebelum pagar terpasang. “Sekarang lebih tenang, ada penanda jelas titik berbahaya. Semoga segera diperbaiki total,” katanya singkat.

Pengguna jalan lain mengapresiasi respons BPJN. Mereka menilai kehadiran pagar besi pengaman membantu meminimalkan risiko kecelakaan, terutama malam hari saat jarak pandang terbatas.

Tahap Lanjutan

Wisnu Kasatker Jalan Nasional ruas jalan Sanggau -Sekadau ,mengatakan kepada infokalbar.com , Penanganan permanen memerlukan kajian geoteknik. BPJN Kalimantan Barat berencana melakukan survei tanah lanjutan. Hasil kajian menentukan metode perbaikan paling tepat.

Opsi penanganan meliputi pembangunan dinding penahan tanah, perbaikan drainase, hingga stabilisasi lereng. Semua disesuaikan kondisi riil lapangan.

Durasi pengerjaan penanganan permanen diprediksi membutuhkan waktu lebih panjang. Namun, keselamatan pengguna jalan tetap prioritas utama.

Pemasangan pagar pengaman menjadi bukti komitmen pemerintah pusat hadir di daerah. Infrastruktur jalan nasional terus dipantau ketat.

Keselamatan Prioritas

Wisnu mengimbau pengguna jalan tetap waspada. Kurangi kecepatan saat melintasi area rawan longsor. Patuhi rambu-rambu pengaman dipasang petugas.

Koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan terus dilakukan. Tujuannya memastikan informasi cepat tersampaikan kepada warga.

Longsor di Penyeladi menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan berkala. Faktor alam memang tak bisa dilawan, tetapi dampaknya bisa diminimalkan.

Fokus Perbaikan

Data sementara, kerusakan bahu jalan mencapai puluhan meter. Kondisi ini mengganggu kenyamanan berkendara. Potensi antrean kendaraan muncul saat jam sibuk.

Pagar besi terpasang memberi jarak aman sekitar satu hingga dua meter dari tepi longsor. Ini cukup memberi ruang bagi kendaraan bermanuver.

Tim BPJN bekerja sama dengan kontraktor pelaksana setempat. Pengawasan ketat dilakukan setiap hari. Targetnya, pemasangan pagar selesai dalam waktu singkat.

Material besi dipilih karena kuat dan tahan cuaca. Perawatannya mudah serta berumur panjang.

Langkah Antisipatif

Kawasan Kalimantan Barat rawan longsor karena curah hujan tinggi. BPJN memetakan titik-titik rawan serupa. Penyeladi masuk daftar prioritas penanganan.

Pemasangan pagar ini bagian dari mitigasi bencana infrastruktur. Jangan sampai ada korban jiwa akibat kelalaian penanganan.

Pemerintah berkomitmen menuntaskan persoalan ini. Anggaran perbaikan dialokasikan melalui program prioritas nasional.

Masyarakat diminta melaporkan jika menemukan kerusakan jalan lain. Partisipasi publik mempercepat penanganan.

Dengan adanya pagar pengaman, pengguna jalan memiliki panduan visual jelas. Risiko kecelakaan berkurang. Kepercayaan publik terhadap pengelolaan jalan nasional tetap terjaga.

Longsor Penyeladi menjadi ujian kesigapan BPJN Kalimantan Barat. Pemasangan pagar besi sepanjang 75 meter adalah jawaban cepat penuh makna. Keselamatan jiwa tak bisa ditawar.

Pekerjaan belum selesai. Penanganan permanen menanti. Namun, langkah awal ini layak diapresiasi. Jalan nasional harus aman bagi siapa saja.(red)