JAKARTA, INFOINDONESIA.NET — Kinerja perdagangan internasional Indonesia menunjukkan tren positif. Penerimaan negara yang bersumber dari sektor pajak ekspor dan impor tercatat mengalami peningkatan signifikan, menjadi salah satu indikator menguatnya aktivitas perdagangan sekaligus memperlihatkan daya tahan perekonomian nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Ekspor, Frits Novianto Suhendar, yang akrab disapa Mas Frits, menilai peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia.
Menurutnya, penguatan penerimaan negara dari aktivitas ekspor-impor tidak terlepas dari upaya memperbaiki tata kelola perdagangan, meningkatkan efisiensi regulasi, serta mendorong pertumbuhan volume dan nilai tambah komoditas unggulan Indonesia.
“Lonjakan pemasukan dari sektor pajak ekspor-impor ini menjadi indikator bahwa aktivitas perdagangan nasional terus bergerak. Tren positif ini harus dipertahankan melalui kebijakan yang konsisten, transparan, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha,” ujar Frits dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta.
Kadin Dorong Penguatan Ekspor Bernilai Tambah
Kadin Indonesia menilai peningkatan kinerja ekspor tidak cukup hanya mengandalkan volume perdagangan. Hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk menjadi strategi penting agar Indonesia memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari aktivitas perdagangan internasional.
Sejumlah langkah strategis pun terus didorong, mulai dari optimalisasi pasar Eropa, penguatan industri hilir, hingga perluasan akses produk Indonesia ke berbagai pasar global.
Bidik Peluang Pasar Eropa
Merespons perkembangan kerja sama perdagangan Indonesia dan Uni Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Kadin mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produk nasional.
Produk-produk hilir bernilai tambah tinggi dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas penetrasi pasar Eropa. Namun, peluang tersebut harus diiringi kesiapan industri dalam memenuhi standar kualitas, regulasi, serta ketentuan perdagangan yang berlaku di kawasan tersebut.
Perkuat Posisi Indonesia di Industri Sawit Global
Sektor kelapa sawit juga menjadi perhatian dalam strategi perdagangan nasional. Kadin mendorong penguatan kerja sama negara-negara produsen sawit melalui Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC).
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi tawar negara produsen, menjaga stabilitas pasar komoditas, serta mempertahankan kontribusi sektor sawit terhadap devisa dan perekonomian nasional.
UMKM dan Produk Pertanian Didorong Go Global
Di sisi lain, Kadin juga mendorong perluasan pasar bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komoditas pertanian Indonesia.
Melalui pengembangan platform digital “We Buy From Indonesia”, pelaku usaha diharapkan semakin mudah memperkenalkan produk nasional ke pasar internasional.
Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) juga dipandang dapat membuka peluang baru bagi UMKM dalam melakukan promosi, menemukan calon pembeli, hingga membangun jejaring perdagangan lintas negara.
Produk pertanian dan pangan, termasuk peluang ekspor tempe ke Jepang, menjadi salah satu contoh bagaimana produk Indonesia dapat dikembangkan menjadi komoditas berorientasi ekspor dengan nilai tambah lebih tinggi.
Kepastian Informasi Jadi Kunci Iklim Investasi
Kadin juga menekankan pentingnya akurasi informasi mengenai perkembangan perdagangan dan harga komoditas strategis. Klarifikasi terhadap berbagai estimasi mengenai nilai ekspor komoditas, termasuk nikel, dinilai diperlukan agar tidak menimbulkan ketidakpastian di kalangan investor maupun pelaku usaha.
Kepastian regulasi, transparansi kebijakan, serta komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar.
Sebagai mitra strategis pemerintah, Kadin Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan perdagangan internasional dan memperkuat daya saing dunia usaha nasional.
Penguatan ekspor, hilirisasi, perluasan pasar, serta transformasi digital diyakini menjadi fondasi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus memperbesar kontribusi perdagangan internasional terhadap penerimaan negara.
Dengan fundamental perdagangan yang terus diperkuat, Indonesia memiliki peluang semakin besar untuk naik kelas dari sekadar negara pengekspor komoditas menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing global. (raden/red)











